Sekuntum Cinta
Tidak di aceh
Tidak dimana-mana
Ketika bencana mulai berbicara
Dengan gaya dan bahasanya
Tak ada kata yang mampu mengurai
Tak ada bahasa yang akan menjelaskan
Semua hanya menatap dengan …………..
Antara duka dan hikmah
Tak ada bencana yang menjadi hukuman
Tak ada bencana yang menjadi fonis
Bencana
adalah guru
Bencana
adalah kenyataan
Bencana
adalah keniscayaan
Karena bencana
mata hati terbuka
Karena
bencana gendang telinga nurani mendengar
Sebab
bencana kalbu dapat kembali
Tidak
dimana-mana
Bencana
tetaplah sebuah hikmah
Tak perlu
untuk menangis
Karena
bencana mengajarkan kita untuk
Kuat,
ikhlas, tabah
Dan yang
lebih utama
Bencana
mendidik kita bahwa kita
Pasti dan
bukan apa apa
Ketika alam mulai bicara dengan bahasa dan gayanya
Tidak di Aceh dan tidak dimana mana
Ku titipkan sekumtum cinta
Tidak ada komentar:
Posting Komentar